Pak Herry yang terhormat, Saya lulusan D2 PGSD dan
sudah bekerja sebagai guru disalah satu SDN ditempat
saya. Tapi yang jadi masalah saya sekarang karena ada
yang menawarkan saya kuliah kembali dan akan dibiayai
pemerintah tapi saya harus menjadi guru disalah satu
desa yang telah ditentukan. Saya harus gimana pak?
Dari Erna.
Saudari Erna yang saya hormati,
Selamat anda mendapat kepercayaan ditawari kuliah.
Artinya ada harapan dan kepercayaan kepada Saudari.
Bagi sebagian orang kepercayaan itu mahal harganya,
jika bisa maka laksanakan. Penghasilan pun bisa
didapat karena ada kepercayaan.
Memang terkadang butuh perjuangan dan pengorbanan,
tapi setahu saya belum ada keberhasilan tanpa melalui
perjuangan dan pengorbanan.
Saudari Erna, selain itu ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan, yakni:
1. Profesi Guru sekarang dituntut tamatan Sarjana
(S1), jika anda berniat berkarier sebagai guru maka
mau tidak mau Saudari harus melanjutkan kuliah. Makin
cepat kuliah lagi tentu semakin baik.
2. Jika mampu kuliah saja dengan biaya sendiri dan
minta agar tetap ngajar di SDN tempat Saudari. Atau
cari pinjaman buat kuliah, atau sambil bekerja. Untuk
bisa mengambil keputusan ini syaratnya Saudari harus
berani dan optimis disertai usaha yang gigih.
3. Namun apabila belum ada dana dan dirasa tidak
sanggup maka menerima tawaran kuliah dibiayai
pemerintah tadi juga patut diterima. Soal ditempatkan
jauh, toh nanti bisa pindah. Apalagi yang membiayai
pemerintah, siapa tahu Saudara nanti diangkat jadi
kepala sekolah atau pindah ke kantor Dinas Pendidikan.
4. Pertimbangan lain tentunya ialah restu orang tua.
Namun adakalanya orang tua tidak bisa memberi
keputusan yang bijak, misalnya karena terlalu
emosional. Jadi semua itu harus kembali kepada Saudari
karena yang menjalani hidup kan Saudari.
Segeralah ambil keputusan. Sebab banyak orang
kehilangan waktu tapi merasa tidak kehilangan padahal
mereka sudah rugi. Sebab waktu terus berjalan, usia
tambah tua dan kesempatan makin tipis.
Demikian yang bisa saya sarankan. Selama matahari
masih terbit dari timur, selama itu pula harapan masih
ada.
Selamat mencoba, konsentrasilah pada proses, dan bravo
entrepreneuer
Pertanyaan dapat dialamatkan ke email hermawanherry@yahoo.com atau SMS ke 085248764580
2 Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Slamat buat mbak Erna, menurut saya ambil aja kesempatan itu karena kesempatan tidak akan datang 2x, masalah penempatan di desa gak masalah justru kita akan dapat mengaplikasikan ilmu itu secara optimal.
Komentar oleh sokhiefa Mei 7, 2008 @ 7:09 amsalam….
Bener sekali. Pesan ayah, sikat aja peluang itu. Jangan menunggu karena peluang tidak pernah menunggu Anda. Mumpung ada dan gratis lagi. Toh gak rugi. Apalagi niatnya ditambah ingin membangun daerah. Wuiihh mantep…semua lewat…Eh Raihan bisa ngomong kaya orang dewasa juga ya hik…hik
Komentar oleh Anonymous Mei 7, 2008 @ 9:47 am