Sukamara’s Blogger


PNS Sukamara Tak Terima THR
September 11, 2008, 1:52 pm
Diarsipkan di bawah: Berita

SAMA dengan daerah lainnya, dipastikan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sukamara tidak akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR), karena anggaran untuk tunjangan tersebut telah ditiadakan. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Sukamara, Surya Dharma.

Menurutnya, pemberian THR bagi PNS tersebut memang ditiadakan sejak tahun 2006 lalu. Akan tetapi, jika ada kebijakan lain yang diberikan oleh dinas atau instansi yang bersangkutan diperbolehkan saja.

“Biasanya ada kebijakan lain yang diberikan oleh instansi masing-masing, namun untuk yang ditetapkan sebagai anggaran pemberian THR memang tidak ada,” tegas mantan Kabag Keuangan Setda Sukamara tersebut.

Sementara itu, beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Sukamara mengakui telah mengatahui tentang ditiadakannya THR. Hanya saja, mereka berharap dinas/instansi tempat mereka bekerja mempunyai kebijakan. Maklum saja, saat lebaran kebutuhan semakin meningkat.

“Memang sudah lama THR tidak dibagikan. Tetapi seperti tahun lalu, ada kebijakan tali asih kepada para pegawai. Mudah-mudahan tahun ini juga ada,” harap salah seorang pegawai yang enggan namanya dikorankan.

Sementara itu, hingga saat ini belum diketahui secara resmi surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Sukamara terkait besaran THR tahun ini. Sehingga, tak sedikit para pekerja yang menunggu informasi tersebut. Pasalnya, mereka khawatir THR yang diterima tidak sesuai lagi dengan aturan yang berlaku.

“Biasanya ada surat edaran tentang THR yang diberikan kepada para pengusaha. Tapi sampai saat ini belum ada kabarnya,” kata Amin, salah seorang pekerja di perusahaan swasta.

    

 

 



Semua Lunas, 16 Calhaj Siap Diberangkatkan
September 11, 2008, 1:49 pm
Diarsipkan di bawah: Berita

DARI 19 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Sukamara yang masuk daftar keberangkatan haji  tahun 2008, dipastikan 16 orang diantaranya siap bergabung ke dalam kloter jamaah haji asal Kabupaten Sukamara. Sedangkan sisanya; dua orang mutasi ke Banjarmasin dan satu orang lagi tidak melunasi setoran.

“Calon jamaah yang berangkat tahun ini telah melunasi semua. Tetapi, hanya 16 orang siap berangkat karena dua calon jamaah mutasi ke Banjarmasin dan satu orang tidak melunasi setorannya sehingga tidak bisa berangkat,” ujar Staf Urais dan Haji Kandepag Sukamara, Marwiyah.

Dari jumlah tersebut, calon jemaah haji terbanyak berasal dari Kecamatan Sukamara, yakni sebanyak 11 orang, sementara sisanya sebanyak lima orang berasal dari Kecamatan Jelai, dengan jumlah wanita sebanyak 8 orang dan pria juga sebanyak 8 orang.

“Batas pelunasan ONH sebetulnya sampai dengan besok hari, namun jumlah tersebut sudah habis sehingga siap diberangkatkan tahun ini. Persyaratan telah dipenuhi, tinggal mengikuti pelaksanaan pemantapan manasik haji,” terang Marwiyah.

Menurutnya, untuk tahun ini ada peraturan yang disesuai dengan undang-undang No 13 Tahun 2008, yakni batas minimum umur calon jemaah haji yang boleh berangkat adalah mereka yang telah berusia 18 tahun, dibawah umur tersebut tidak akan memenuhi syarat untuk berangkat haji.

“Untuk besarnya ONH yang harus dilunasi oleh calon jemaah haji berkisar sekitar Rp 31 juta lebih, karena disesuaikan dan mengikuti ketentuan dari daerah embarkasi Solo,” jelas Marwiyah.

Jemaah haji yang berangkat tahun ini bukan berdasarkan jumlah kuota yang disediakan, namun  mereka yang telah masuk dalam waiting list atau daftar tunggu dan nama mereka juga telah masuk dalam nomor porsi.

“ Kalau melihat dari jadwal, Jemaah diperkirakan akan berangkat antara tanggal 5 Nopember sampai dengan tanggal 2 Desember mendatang,” tambah Marwiyah.

Sebelumnya, Kasie Urias dan Haji Kandepag Sukamara, Saunansyah juga pernah menyebutkan jumlah jemaah haji yang masuk waiting list atau daftar tunggu sebanyak 105 orang. Jumlah tersebut  diluar jumlah 19 orang yang sudah terdaftar untuk berangkat haji tahun ini. Sementara itu beberapa waktu lalu Kepala Kandepag Sukamara, H Dullah SpdI, juga menyampaikan mereka yang akan diberangkatkan tahun ini akan mendapatkan bimbingan pembekalan calon jemaah haji dari petugas yang telah ditunjuk

“Sesuai petunjuk Kanwil, penyelenggaraan bimbingan pembekalan calon jemaah haji akan dilaksanakan sebanyak 10 kali.  Pelatihan pemantapan baru akan dilaksanakan setelah bulan Ramadhan,” jelas H Dullah.

Disampaikannya pula, calon jamaah haji  Kabupaten Sukamara tahun ini tetap mengikuti Embarkasi Donuhudan Solo, bersama-sama dengan Kabupaten Kotawaringin Barat dan Lamandau. Alasan memilih embarkasi tersebut karena berdasarkan letak geografis memang lebih mudah dan dekat.



H Yani Dapat Penghargaan SBY
September 11, 2008, 1:48 pm
Diarsipkan di bawah: Berita

PRESTASI membanggakan ditorehkan oleh salah satu petani asal Kabupaten Sukamara. Dengan mengelola perkebunan karet dan kelapa sawit, dia berhasil meraih predikat sebagai petani teladan se-Kalteng. Bahkan, Presiden RI Soesilo Bambang Yudoyono memberikan penghargaan atas kinerjanya dalam mengelola perkebunan tersebut.

“Ketika saya berangkat ke Jakarta belum lama tadi, Bapak Presiden juga memberikan penghargaan. Makanya, saya akan mengajak Bapak Bupati untuk melihat langsung ke lokasi perkebunan,” kata H Yani, petani asal Desa Pangkalan Muntai.

Komplek perkebunan H Yani cukup jauh dari Desa Pangkalan Muntai. Namun, dilihat dari tata letaknya cukup menarik; posisi perkebunan pas diantara perkebunan kelapa sawit milik salah satu perkebunan swasta. Pohon karet yang masih muda tertanam rapi. Luasnya ratusan hektare. Selain karet, kelapa sawit juga ditanam seluas sekitar 60 hektare.

“Kebun milik saya karet 100 hektare, kelapa sawit 60-an hektare,” ujar H Yani di sela kunjungannya ke lokasi perkebunan bersama Bupati Sukamara Ahmad Dirman.

Atas prestasi tersebut, perkebunan milik H Yani juga oleh Pemkab Sukamara bakal dijadikan kebun percontohan bagi perkebunan lainnya di Sukamara. Bahkan, belum lama tadi, Wakil Gubernur Kalteng juga menyempatkan diri melihat langsung perkebunan yang dinobatkan sebagai gerakan penanaman hutan terbaik di Kalteng. 

“Kita patut berbangga, salah seorang petani kita yang berprestasi mewakili Kalteng mengikuti kegiatan di Jakarta. Selamat kepada Bapak  H Yani yang berhasil mendapat predikat petani teladan tingkat Kalteng,” ujar Bupati Sukamara, Ahmad Dirman.

Menurutnya, perkebunan milik H Yani yang mendapat predikat terbaik di Kalteng sempat disangsikan oleh pihak Provinsi, sehingga untuk memastikan bahwa perkebunan itu ada, maka Wakil Gubernur Kalteng meninjau langsung ke lapangan, dan melihat secara langsung. Bupati secara lisan juga sempat meminta kepada dinas terkait agar memfasilitasi kunjungan para kelompok petani lainnya. Kunjungan ini akan dilakukan secara bergilir.

“Nanti kita akan bersama-sama melakukan kunjungan ke kebun Bapak Yani. Di sana para kelomok tani lainnya bisa melihat dan mempelajarinya. Kunjungan bisa dilaukan secara bergilir. Saya minta kepada pihak dinas mengatur jadwalnya,” kata Bupati.      



Mutu Pendidikan, Kuncinya Pengawas Sekolah
Agustus 30, 2008, 1:34 am
Diarsipkan di bawah: Berita


Oleh : Azis Farkhan SPd.

Dalam sebuah Hot Line berita di Radar Sampit edisi bulan Agustus ini, dinyatakan bahwa 70 persen kepala sekolah di Indonesia tidak layak, penelitian oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang didasarkan pada survey dari kepala sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
Pertanyaan yang timbul adalah, apakah kepala sekolah yang ada di Kabupaten Sukamara termasuk dalam data survey tersebut? Menanggapi pernyataan dari Depdiknas tersebut, kita harus bijak dan tidak mengedepankan emosional, tentu kita harus bertindak arif dan bijak, yaitu introspeksi ditatanan dunia kependidikan di Kabupaten Sukamara.
Pengalaman penulis saat mengikuti dan melakukan studi banding ke Jembrana (Bali) yang mungkin bisa dijadikan solusi atau alternatif peningkatan mutu pendidikan daerah, khususnya di Kabupaten Sukamara.
Peningkatan pesat telah ditunjukan oleh Kabupaten Jembrana dalam hal peningkatan mutu pendidikan, apa yang menjadi ujung tombak dari peningkatan kemajuan tersebut?, jawabanya adalah mereka mampu untuk memaksimalkan kinerja pengawas.
Pemerintah tidak hanya menuntut kinerja pengawas tapi pengawas sekolah disana diberi keleluasaan kerja dan insentif dana yang cukup. Pemerintah Kabupaten Jembrana berpandangan bahwa pengawas sekolah dalam suatu Dinas Pendidikan bukan merupakan kotak bagi orang-orang yang mau pensiun ataupun kotak hukuman.
Saya sempat berkenalan dengan Korwas disana, Nyoman Werken - berusia 53 Tahun dan anak buahnya rata-rata berusia 50 Tahun. Nyoman menjelaskan bahwa ujuk tombak mutu pendidikan di Jembrana adalah ditangan pengawas, dan tiap-tiap pengawas mempunyai sekolah binaan. Pengawas mempunyai hak penuh untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sekolah binaannya, baik mengenai sarana-prasarana sekolah, kenaikan pangkat guru, siswa, kompetensi guru dan kepala sekolah. Juga masalah pembaharuan di dunia pendidikan, inovasi pendidikan dan kurikulum harus diketahui dahulu oleh pengawas untuk segera di transfer kesekolah binaannya.
Pengawas sekolah benar-benar dijadikan rujukan, konsultasi pencari solusi masalah sekolah, dalam rangka peningkatan kemajuan sekolah itu sendiri, tunjangan pengawas diterima dari Kabupaten Jembrana sebesar Rp 750.00 per bulan serta kendaraan operasional, serta pemenuhan hak-hak lainnya. Rasio jumlah pengawas dengan jumlah sekolah juga terpenuhi, pengrekrutan pengawas betul-betul didasarkan pada Kepmen No 12 tahun 2007.
Saya melihat putaran birokrasi di dunia pendidikan mereka solid dan berjalan pada koridor tupoksi yang ada, dan saya yakin apabila pengawas sekolah di Kabupaten Sukamara diberdayakan, ditingkatkan kinerjanya, ditingkatkan insentifnya, diletakkan pada posisi yang jelas dan tepat distruktur kedinasannya, maka 10-15 tahun yang akan datang sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sukamara dapat memenuhi delapan standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah.
Sehingga lama-lama akan meningkatkan status sekolah menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) dan berujung pada Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Dapat dibayangkan betapa bahagianya kita mampu membentuk SDM yang berkualitas dari putra-putri Sukamara yang akan siap menggantikan dan menjadi generasi penerus bagi Kabupaten Sukamara yang masih kekurangan SDM.
Dan hal tersebut akan mampu membawa perubahan peningkatan kesejahteraan yang akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukamara. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi.(**)



Asyiknya Mancing Ikan Bareng di Sungai Jelai
Agustus 30, 2008, 1:29 am
Diarsipkan di bawah: Berita

KEMARIN, merupakan rangkaian terakhir kegiatan peringatan HUT RI ke-63 dan HUT Kabupaten Sukamara ke-6. Panitia kegiatan menggelar lomba memancing ikan di sungai Jelai. Pendaftaran gratis, peserta pun membludak, mencapai ratusan orang. Dari biak (bahasa setempat: anak-anak) hingga orang dewasa, laki-laki dan betina (bahasa setempat: wanita) turut ambil bagian.
Namanya juga memancing, hanya berpakaian seadanya tak lupa topi di kepala penutup dari terik matahari. Satu sampan terlihat dua sampai tiga orang. Ada yang berlabuh di tengah sungai, ada pula yang melepas jangkar di pinggir sungai. Dimulakan pukul 8 pagi, peserta mulai memasang pancing. Aneka umpan dipasang, dari kue kering, ulat hingga cacing tanah. Harapan dapat ikan besar, timbangan banyak nilai pun bisa lebih tinggi. Sayang, hujan sempat mengguyur kota Sukamara, arus sungai menjadi cukup deras, memancing ikan jadinya kurang mengena.
Meski lama menunggu pancing ditarik ikan, ratusan peserta terlihat semangat. Tak perduli cuaca mendung dan sempat diguyur gerimis hujan, lanjut saja sembari diselingi canda tawa peserta. Maklum, kulkas dan televisi menanti mereka sebagai hadiah utama. Walau dapat ikan sedikit, panitia juga menyediakan banyak hadiah hiburan lainnya.
“Sebelum memulai lomba, peserta diberikan nomor peserta dan setiap sampan yang digunakan diperiksa. Lalu mereka dipersilahkan memilih lokasi memancing sebatas pelabuhan pasar,” ujar Ketua Panitia Lomba Memancing Ikan, Toni Suputra.
Selang dua jam lebih, perlombaan usai dan ikan hasil pancingan ditimbang. Bobot nilai masing-masing ikan berbeda. Misalnya, udang panitia memberi bobot nilai 1000 per kilogram, bobot nilai ikan sungai lainnya dinilai dibawah udang. Jadi, banyaknya nilai tergantung jenis ikan dan banyak sedikitnya ikan didapat.
Saat memancing, anak-anak dan dewasa bersaing. Ketika hasil pancingan ditimbang dan nilai dihitung, ternyata anak-anak lebih handal (bahasa setempat: jago) dalam memancing. Terbukti, salah seorang anak bernama Fahri Jandul berhasil membawa pulang satu buah lemari es tiga pintu, yang menjadi hadiah utama. Ia hanya dapat sepuluh ekor udang sungai. Untungnya, udang mempunyai bobot nilai tertinggi sehingga nilai yang diperoleh Fahri Jundul juga tertinggi disbanding peserta lain.
Selain Fahri, beberapa warga lainnya juga mendapatkan hadiah seperti televisi, sepeda, kipas angin hingga beras dan pancing ikan. Namanya juga acara pemerintah, pembagian hadiah juga dilakukan oleh pejabat. Dan Bupati Sukamara Ahmad Dirman langsung memberikan hadiah utama kepada ketiga pemenang utama.
“Ini merupakan bukti bahwa sungai Jelai masih menyimpan kekayaan sumber daya alam ikan dan belum tercemar. Namun diharapkan kepada warga agar dalam mencari ikan tidak menggunakan cara-cara yang dapat merusak lingkungan, seperti penggunaan racun, setrum dan lainnya. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan sungai,” ujar Ahmad Dirman.