30 Menit Bersama “Dewi VCC”, Tiga Hari Terverifikasi Eh Dapet Dollar

Ini pengalaman saya punya acoount Paypal. Maklum, kebelet bisa ikut bisnis online. Katanya Paypal salah satu “bank online” yang banyak digunakan. Setelah saya cek, eh emang benar. Hampir semua bisnis online gunakan Paypal. Apalagi tuh program dari luar, bayarnya pake dollar, minta rekeningnya Paypal, nggak ada bank indo apalagi transfer wesel instan lewat kantor pos he he.
Ditambah lagi di Kabupaten Sukamara hanya ada dua bank beroperasi, Bank Pembangunan Kalteng dan BRI. Ya, seperti katak dalam tempurung. Mau ikut bisnis online ini, mau ikut bisnis online itu, nggak bisa deh. Memang jarang bisnis online yang nyediain pembayaran mereka lewat bank BRI, apalagi Bank Pembangunan Kalteng malah nggak pernah nemuin hik…hik. Salah satu solusinya, saya pengen buka account di “bank online” Paypal itu.
Katanya, buka account paypal gratis. Saya coba aja langsung, ternyata emang mudah dan gampang lho. Apalagi sudah disediakan versi bahasa Indonesia. Tinggal ikutin aja. Tetapi alangkah terkejutnya saya…ternyata account tidak bisa digunakan. Kenapa gerangan??? Ternyata paypal saya tidak terverifikasi he he. Maklum rekening bank saya tidak mempunyai logo bank yang disyarakatkan Paypal. Ya nasib…nasib.

Gak patah arang, saya coba otak-otik dan tanya sama Mbah Google dan Yahoo. Ketemu informasi mengenai cara verifikasi Paypal menggunakan virtual credit card (VCC). Penasaran juga tuh apaan. Saya baca, eh informasi bahwa VCC bisa digunakan untuk mengaktifkan paypal meski tidak mempunyai logo rekening bank seperti yang disyaratkan Paypal. Kasarnya, kita nebeng rekening orang gitulah he he. Tetapi data bank milik kita udah bisa dimasukin sebagai data penerimaan pembayaran Paypal sendiri.
Minta bantuan lagi ama Mbah “tukang abrek” Mbah Google dan Yahoo, eh ketemu situs milik seorang nona cantik. Suer, yang saya lliat pertama kali adalah fotonya. Nih cewek pinter amat bisa mendalami Paypal, pikir saya. Ya, karena emang pengen buat account Paypal, langsung aja saya pesan sama pengelolanya. Nama YM-nya Palupi.Dewi.
Singkat cerita, saya langsung kontak Mbak Dewi lewat YM-nya. Pertama sih Mbak Dewinya agak cuwek gitu he he. Saya sangat ingat, sapaan saya kali pertama nggak dijawab-jawab. Sempat saya tutup tuh YM saya, eh tak lama ada Mbak Dewi balas. Itupun setelah saya bilang bahwa saya mau pesan VCC, semua urusan lancar dah hik…hik. Saya baru sadar, bahwa Mbak Dewi cukup selektif melayani orang lewat YM-nya. Orang cuma iseng, silakan minggir mungkin saja begitu prinsipnya (kalo Mbak Dewi baca mohon maaf ya jika salah terka. Ini cuma tebak-tebak buah manggis lho he he). Ya maklum saja, fotonya cantik sih jadi kemungkinan ada orang yang iseng kontak githu he he…
Ya, semua pertanyaan saya dijawab dan dilayani oleh Mbak Dewi. Saya makin yakin mau bikin account Paypal. Nah itu, kendalanya lagi bank penerima pembayaran milik Mbak Dewi nggak ada cantumin Bank BRI, apalagi Bank Pembangunan Kalteng hik…hik. Padahal saya kebelet punya Paypal. Setelah pikir-pikir, terpaksa saya minta tolong kawan di Sampit agar transfer ke Bank BCA tetapi atas nama saya.
Ya udah, transfer gitu aja. Tidak ada pendaftaran segala macem yang bikin ribet. Setelah daftar, saya kontak lagi Mbak Dewi-nya. Maklum karena calon pembeli, jadi Mbak Dewi responnya cepat hik…hik. Saya langsung konfirmasikan pembayaran saya. Tak lama kemudian saya dikasih Mbak Dewi catatan kecil berisi keterangan nomor Card Type Visa, Card Number, Expired Date, de el el melalui YM. Sempat bingung juga nih apaan. Untungnya, Mbak Dewi siap memberikan bimbingan asalkan nerapkan ENAM JURUS miliknya he he. Ok Deh, siapa takut???
Nah disini nih, kesabaran Mbak Dewi diuji melayani pembeli. Saya yang agak gaptek dilayani he he. Saya pikir buat account Paypal baru saja. Dan kata Mbak Dewi bisa. Kalo nggak salah, jam di komputer saya menunjukan sekitar pukul 13 PM (ya lewat sedikit dah), berarti pukul 1 siang tuh. Singkatnya, buat account paypal baru, gunakan bahasa Indonesia, dan beres. Sekarang saya coba menerapkan enam JURUS Mbak Dewi.
Dan ternyata, saya cukup kesulitan. Disinilah peran Mbak Dewi..saluuuut.saluuut. Langkah demi langkah Mbak Dewi ngasih tahu caranya. Klik ini, klik itu, sudah nggak? Tunggu 10 menit, de el el. Mbak Dewi memberikan instruksi lewat YM-nya. Saya utak-atik pilihan di Paypal sesuai instruksi, dan ternyata satu kata instruksi Mbak Dewi yang saya ingat “klik lanjutkan” merubah semuanya. Account Paypal saya terverifikasi. Hitung-hitung, sejak bikin Paypal baru ampe terverifikasi cukup memakan waktu. Saya bilang ama Mbak Dewi, dari saya buka account paypal nyampe terverifikasi ternyata lebih kurang 30 menit. Ya Mbak Dewi hanya bisa kirim ikon nyeka keringat hik…hik. Maklumlah Mbak, orang gaptek diajari hik…hik.
Tetapi saya salut dengan pelayanan Mbak Dewi. Meskipun lama dan nyeka keringat, tetap saja saya dibimbing sampe kelar. Makasih Mbak Dewi ya. O ya, baru tiga hari setelah pembuatan Paypal, ternyata saya ada menerima bonus berupa uang dollar. Nah itu tuh dollar pertama yang saya terima hik…hik. Nggak tahu siapa yang ngasih.
Saran saya buat Mbak Dewi (jika baca nih tulisan) buka bank penerima pembayaran via Bank BRI, atau Muamalat. Pasalnya di daerah yang baru berkembang, seperti kabupaten pemekaran dan kecamatan-kecamatan terpencil pasti tidak ada Bank BCA, Mandiri, BNI. Kondisi ini saya kira merata, bukan saja di kalimantan tetapi kabupaten-kabupaten baru di provinsi lainnya di Negara kita Indonesia masih banyak belum tersedia bank BCA dan lainnya. Yang ada biasanya hanya BRI, dan Muamalat via kantor pos.
Informasi juga nih buat Mbak Dewi (ya kalo pas baca), pengguna internet di wilayah terpencil juga cukup prospek lho. Mereka bisa akses lewat GPRS, jaringan telepon dan sekarang sudah masuk layanan speedy. Artinya, peluang mereka pengen ikut bisnis-bisnis di internet pasti ada. Persoalannya adalah bank pendukung untuk pembayaran dan pengambilan tidak ada. Mungkin Paypal salah satu solusinya.
Nah bagi Anda yang pengen buat account paypal gunakan VCC dan enam jurus Mbak Dewi,  Nih KLIK DISINI.

~ oleh sukamara di/pada April 23, 2009.

Tinggalkan Balasan