Sukamara’s Blogger


Ribuan Massa Yuspansyah-Ahmadi Turun ke Jalan
April 30, 2008, 1:20 pm
Diarsipkan di bawah: Politik Uyy

Ribuan massa pendukung Yuspansyah S.Sos dan H Ahmadi sepertinya tak mau tinggal di rumah saja ketika pasangan ini berkampanye di lapangan Sepak Bola Mini Sukamara. Mereka turut berbindong-bondong dan rela berjalan kaki menuju lokasi kampanye bersama sosok yang dianggap mampu sebagai pemimpin mereka ke depan. Mereka berdatangan dari pelosok dan berbagai sudut kota Sukamara.
Jika pada putaran pertama saat kampanye di Kecamatan Sukamara yang menjadi pusat kota di Kabupaten Sukamara, pasangan ini berkampanye di luar kota tepatnya di wilayah Amuntai, namun dalam putaran kedua sekaligus pamungkas kampanye mereka di Kecamatan Sukamara kali ini mereka memanjakan para pendukungnya yang ada di dalam kota Sukamara. Kesempatan itu pun tak mau disia-siakan oleh parapendukungnya. Ribuan massa memakai semua tribut pasangan yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Menariknya, dalam kampanyenya kali ini pasangan Yuspansyah dan Ahmadi bersama-sama ribuan massanya hanya berjalan kaki menuju lokasi kampanye. Begitupun saat kembali, massa yang menggunakan berbagai atribut pasangan asli putra Kabupaten Sukamara ini rela bersama-sama sosok yang mereka anggap sebagai pemimpin masa depan itu menyusuri jalan-jalan di Sukamara.
Dalam kampanye mereka, pasangan ini menyatakan tidak pernah berjanji yang macam-macam kepada masyarakat, seperti bisa memberikan lahan perkebunan kepada masyarakat, memberikan jabatan kepada masyarakat, namun mereka akan memprioritaskan warga masyarakat Sukamara untuk bisa bekerja di perkebunan dan juga pemerintahan, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka juga siap mengembangkan berbagai kesenian daerah yang ada di Kabupaten Sukamara, tanpa membedakan suku dan agama.
Disamping itu mereka juga akan berupaya meningkatkan pembangunan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Sukamara menjadi lebih baik lagi, sehingga bisa membuat nyaman saat melakukan perjalanan ke daerah-daerah, dan jika terpilih mereka akan meningkatkan bidang pendidikan dan kesehatan.
Dalam kampanye tersebut, selain menampilkan musik dangdut maupun dancer, para simpatisan juga dihibur dengan penampilan berbagai kesenian seperti barongsai, tari japen dan musik gambus. Menariknya lagi, warga Flores hingga suku Jawa turut berbaur nereka menampilkan seni budaya yang mereka miliki. Terlihat pua di atas panggung Yuspansyah bersama Ahmadi yang bernomor urut 2 ini turut berbaur menarikan tarian-tarian tersebut.



Penempatan Guru Tak Sesuai Kebutuhan
April 28, 2008, 4:34 pm
Diarsipkan di bawah: Berita

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara, Rusli Fauzi mengaku kecewa terhadap hasil penempatan tenaga pengajar yang diterbitkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati. Pasalnya, beberapa penempatan tenaga pengajar tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi penempatan yang diminta sebelumnya oleh Bagian Kepegawaian Pemkab Sukamara.
“Kami kecewa dengan beberapa penempatan tenaga pengajar dalam SK itu karena berubah dengan apa yang kami sampaikan sebelumnya. Padahal yang meminta kami untuk menempatkan tenaga pengajar baru sesuai dengan kebutuhan di lapangan adalah bagian kepegawaian, tetapi hasilnya ‘kok beda,” keluh Rusli Fauzi.
Menurutnya, beberapa penempatan tenaga pengajar itu tidak tepat. Sebab, ada diantara tenaga pengajar ditempatkan di sekolah-sekolah yang sudah banyak memiliki tenaga pengajar dan tidak perlu penambahan lagi. Di lain pihak, masih ada sekolah-sekolah yang kekurangan guru, namun ternyata tidak mendapatkan penambahan.
“Padahal penempatan yang kami sampaikan sebelumnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Seharusnya sekolah yang sudah berlebihan tenaga pengajarnya tidak usah lagi ditambah, tetapi dalam SK yang diterbitkan masih ada ditempatkan di sekolah gurunya yang berlebih,” ujar Rusli tanpa menyebut sekolah yang dimaksud.
Meski mengaku kecewa, Rusli menyatakan tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya menyayangkan adanya penempatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan itu. Sehingga upaya mereka agar sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar dapat segera terpenuhi masih belum bisa optimal.
Kehadiran tenaga pengajar baru di sekolah-sekolah ini memang ditunggu-tunggu oleh pihak sekolah. Terbukti, tak berapa lama dikeluarkan SK, sudah ada pihak sekolah menanyakan langsung mengenai apakah ada penempatan guru baru di sekolah mereka yang masih kurang. Tak ayal, pertanyaan itu langsung dilontarkan kepada Rusli selaku instansi teknis yang menangani persoalan pendidikan ini.
“Kami sudah mengusulkan namun realisasinya tidak sesuai dengan yang disampaikan. Mau bagaimana lagi?” tukasnya singkat.



65 CPNS Sukamara Terima SK, 8 Belum
April 28, 2008, 4:30 pm
Diarsipkan di bawah: Berita

Sebanyak 65 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sukamara yang dinyatakan lulus telah mendapatkan Nomor Induk pegawai dan Surat Keputusan dari Bupati. Penyerahan SK tersebut diserahkan langsung oleh Pjs Bupati Sukamara Ir H Tonny Prihartono, Ces, yang sekaligus memberikan pembekalan bagi PNS bertempat di Aula Kantor Bupati Sukamara.
Ir H Tonny Prihartono menyatakan bahwa dalam tes penerimaan CPNS yang dilaksanakan Desember 2007 lalu, telah terpilih sebanyak 73 orang dari jumlah 522 orang peserta yang mengikuti tes penerimaan. Dan dari 73 orang formasi yang yang telah ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia, baru dapat diterbitkan SK sebanyak 65 orang, sedangkan sisanya 8 orang masih dalam taraf penyelesaian persyaratan dan administrasi di BKN Banjarbaru.
“Namun ada informasi positif dari BKN Banjarbaru, dari 8 orang tersebut, 5 orang sudah dapat di terbitkan NIPnya, sehingga tersisa 3 orang yang masih dalam proses, dalam waktu segera kami berusaha akan menyelesaikan permasalahan ini, dan kepada yang bersangkutan diharapkan untuk segera melengkapi persyaratan dimaksud,” ujar Tonny Prihartono.
“Para CPNS ini dituntut untuk mampu bekerja keras dengan semangat yang tinggi, dan dapat memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sukamara kearah yang lebih baik, karena Pegawai Negeri Sipil adalah abdi Masyarakat, oleh karena itu diminta agar bisa memberikan pelayanan yang prima, yang didasarkan pada keikhlasan dan ketulusan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.



Nawawi-Ilham Kampanye di Sungai Rangit
April 24, 2008, 10:49 am
Diarsipkan di bawah: Politik Uyy

Berbeda dengan pelaksanaan kampanye pasangan Mugeni-Nurmadani, ternyata pasangan Nawawi Mahmuda-Ilham Massora memilih menggelar kampanye terbuka di Kecamatan Sukamara di wilayah perusahaan perkebunan PT Sungai Rangit. Sehingga, lapangan sepakbola mini Sukamara yang disediakan, kosong aktifitas kampanye.
Dalam program visi misi yang ditawarkan oleh pasangan ini adalah terwujudnya Kabupaten Sukamara yang maju, sejahtera dan bermartabat. Maju, berarti terbuka peluang terhadap nilai-nilai baru yang demokratis, menghormati supremasi hukum, profesional dalam bekerja dan berorientasi ke masa depan, dengan tetap mempertahankan jati diri, budaya, adat istiadat daerah, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sedangkan sejahtera berarti meningkatnya kemampuan dan taraf hidup masyarakat, baik material maupun mental spiritual yang berkeadilan dalam kebersamaan dan kemakmuran. Dan bermartabat, berarti harkat atau harga diri, yang menunjukkan eksistensi masyarakat kota dan desa yang sinergis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, tanggungjawab, disiplin, kerja sama, peka dan peduli dengan niat pengabdian yang tulus sebagai komitmen bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sementara misi mereka adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta tercukupinya kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan sandang, pangan dan papan. Memberdayakan perekonomian rakyat terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi dan mengembangkan sistim ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang maju, mandiri, produktif, berdaya saing, berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.
Selain itu mewujudkan sumber daya manusia yang agamis/religius, berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Membangun dan meningkatkan infrastruktur daerah yang efisien dan efektif, dengan menitik beratkan pelaksanaan pembangunan di sentra-sentra produksi pertanian dalam arti luas, perdagangan, industri dan pariwisata. Dan memantapkan dan optimalisasi penataan lembaga birokrasi pemerintah dan pengembangan kerjasama, serta lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan daerah.



Para Calon Gelat Kampanye Damai
April 22, 2008, 9:20 am
Diarsipkan di bawah: Politik Uyy

Memasuki hari kedua masa kampanye, kelima pasangan calon melaksanakan kampanye damai dengan melakukan arak-arakan kendaraan berkeliling Kota Sukamara. Arak-arakan itu tidak terlalu panjang dan kurang begitu meriah lantaran jumlah peserta yang mengikuti dibatasi oleh pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sukamara. Rombongan arak-arakan didampingi langsung oleh pihak KPUD Sukamara dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
Dalam rombongan terlihat pasangan calon dengan diiringi pengurus partai pendukung. Bermacam atribut mulai ditampilkan, baik bendera partai, poster pasangan maupun nomor urut calon. Pelaksanaan kampanye damai ini menyusul penyampaian visi misi di hari sebelumnya. Dan, memasuki hari ketiga masa kampanye pada hari ini, para pasangan calon akan menggelar kampanye terbuka sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan oleh pihak KPUD.
Dijadwalkan, hari ini pasangan Mugeni SH-Nurmadani Sag akan menggelar kampanye di Kecamatan Sukamara, pasangan Ahmad Dirman-Karyadi SH akan melakkan kampanye di Kecamatan Jelai, Hadriani SE-Matsum menggelar kampanye di Kecamatan Pantai Lunci, Yuspansyah S.Sos-H Ahmadi di Kecamatan Balai Riam dan pasangan Drs H Nawawi Mahmuda-Ilham Massora S.Sos menggelar kampanye di Kecamatan Permata Kecubung.
Menariknya, dalam jadwal kampanye yang ditetapkan oleh KPUD Sukamara terdapat pelaksanaan debat publik di dalam ruangan. Sayangnya, dalam debat yang direncanakan tanggal 3 Mei tersebut undangan terbatas. Pada tanggal 4 Mei, kampanye dilanjutkan lewat radio. Di hari itu sekaligus pelepasan semua atribut kampanye. Dan tanggal 5-7 Mei telah memasuki masa tenang.