SILAHKAN BACA JUGA YA . . . . .

•Agustus 23, 2011 • Komentar Dimatikan

Dekat dengan Nelayan Air Tawar di Desa Nibung

Asyiknya Ngabuburit di Jembatan Jelai

Sukamara Kota Permata

Pertumbuhan Ekonomi Sukamara Capai 5,93 Persen

Listrik Didominasi Pembangkit Milik Pribadi

Puskesmas Jelai Sudah Bisa Rawat Inap

Mau tahu siapa saya? Klik disini aja ya :)

Wadah begelagaan biak Sukamara

Paskalebaran, Musim Kawin, Order Musik Meningkat

Paskalebaran, Musim Kawin, Order Musik Meningkat

•September 14, 2011 • 1 Komentar

Sepekan setelah lebaran menjadi waktu pilihan warga untuk menggelar pesta perkawinan. Musim kawin menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa persewaan seperti sewa tenda maupun organ tunggal. Seperti halnya yang dilakoni oleh M. Fauzi, pemilik Reza Elekton Sukamara, paskalebaran pendapatannyapun meningkat karena bertambahnya order.

Usaha elekton memang tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, cukup tersedia keyboard dan seperangkat sound ditambah beberapa orang penyanyi, semua sudah jalan dan siap menerima order. Sebagian orang, elekton bisa menjadi hobby sekaligus mendatangkan uang. Dan masyarakat lebih suka memilih musik elekton dibanding hiburan sejenis seperti menyewa group musik dangdut, karena menyewa pemain elekton biaya yang dikeluarkan lebih irit.

Bagi M. Fauzi, selain hobby bermain musik, ternyata bermain elektone mampu memberikan penghasilan bagi keluarganya. Sejak satu setengah tahun lalu, ia memilih profesi ini. Banyaknya resepsi perkawinan tentu dinanti-nanti karena orderanpun akan meningkat. Dalam satu bulan ia bisa tampil beberapa kali, apalagi hari perkawinan di Sukamara tidak menetapkan waktu khusus seperti hari Minggu.

“Penghasilan usaha elektone ini tergantung dari orderan. Alhamdulillah ada peningkatan order setelah lebaran karena banyak yang menggelar resepsi perkawinan,” kata Fauzi.

Untuk satu kali tampil saat acara, khusus di dalam kota Fauzi mematok harga sekitar Rp 1 Juta, sedangkan diluar kota harga bervariasi antara Rp 2 Juta hingga Rp 3 Juta, tergantung jauh dekatnya jarak. Pendapatan tersebut masih kotor karena harus dipotong dengan biaya lainnya seperti honor para penyanyi.

“Selain dari dalam kota, banyak juga meminta kami mengisi hiburan acara resepsi perkawinan di luar kota seperti wilayah Kalbar (Kalimantan Barat),” ceritanya.

Saat pesta perkawinan maupun acara lainnya, memang kehadiran musik elekton memberikan nuansa hiburan bagi para undangan yang hadir agar tidak merasa jenuh. Sehingga sebagian orang berpandangan sebuah acara terutama resepsi perkawinan tanpa musik elekton seperti sayur kurang garam. Dan bagi Fauzi dan rekan-rekannya memberikan hiburan bagi orang lain merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka.

Kerupuk Basah Makanan Khas Sukamara

•Agustus 23, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

PANGANAN ini sudah tak asing lagi ditelinga maupun dilidah warga Sukamara. Bentuknya panjang bulat dengan warna merah tua. Jika digigit terasa kenyal dan kental rasa ikan gabus. Ya, itulah panganan yang disebut warga dengan kerupuk basah dan biasa disajikan dengan sambal. Kerupuk basah bisa menjadi salah satu pilihan hidangan pembuka puasa.

Tampilannya memang tak seperti kerupuk. Tetapi yang dimaksud dengan kerupuk adalah bahan mentah kerupuk yang sudah matang dan belum diiris-iris, namun langsung bisa dimakan sehingga warga menyebutnya dengan istilah kerupuk basah. Panganan ini biasanya dijual di warung-warung kopi pinggiran jalan seharga Rp 5000 per batang. Rasa khasnya adalah campuran dari ikan gabus (haruan).

Hamiah salah seorang penjual kerupuk basah di Jalan Setia Yakin Kelurahan Padang Sukamara menyatakan pembuatan kerupuk basah tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan cukup sederhana seperti tepung terigu, daging ikan gabus yang sudah digiling, bawang putih dan penyedap rasa. Semuanya diaduk menjadi satu kemudian digiling kemudian direbus.

“Jumlah daging gabus sudah ada takarannya. Biasanya untuk delapan takar daging campurannya empat takar air. Tetapi jika untuk dimakan sendiri, lebih baik airnya sedikit agar ikannya lebih terasa,” ujar Hamiah.

Kerupuk basah ini ternyata tidak hanya disukai lidah warga Sukamara. Warga luar daerah seperti pulau Jawa, Pontianak maupun Pangkalan Bun juga banyak meminta pasokan kerupuk basah ini. Bahkan diantara mereka ada khusus meminta campuran khusus agar rasanya lebih gurih lagi seperti dicampur lada.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.